Methane Monitoring (Pemantauan Gas Metana)

Methane Monitoring atau Pemantauan Gas Metana adalah program pemantauan kontinu terhadap konsentrasi gas metana (CH₄) di tambang batubara bawah tanah—gas yang mudah terbakar dan meledak pada rentang konsentrasi 5–15% di udara (Lower Explosive Limit/Upper Explosive Limit). Sistem pemantauan mencakup sensor metana tetap yang terpasang di lokasi-lokasi kritis (heading aktif, return airway, area crusher underground) yang terhubung ke sistem alarm dan kontrol otomatis yang dapat menghentikan operasi peralatan listrik jika konsentrasi melampaui threshold aman yang ditetapkan—umumnya 1,0–1,25% CH₄.

Selain sensor tetap, operator alat dan supervisor underground wajib membawa gas detector personal yang dikalibrasi setiap hari sebelum turun ke tambang. Standar internasional mensyaratkan penghentian seluruh kegiatan di area yang konsentrasi metananya melebihi 1,25% dan evakuasi personel jika melebihi 1,5%. Disiplin kalibrasi harian gas detector adalah kewajiban yang tidak boleh dikompromikan—gas detector yang tidak terkalibrasi memberikan false sense of security yang jauh lebih berbahaya dibandingkan tidak memiliki alat sama sekali. Dalam SMKP dan program CSMS tambang batubara, rekaman kalibrasi gas detector menjadi salah satu dokumen yang selalu diperiksa oleh Inspektur Tambang saat melakukan kunjungan ke site.