Rapid Andriansyah

Penulis

Rapid Andriansyah

Customer Success Manager · Indotender.co.id

Diperbarui:

Akta Pendirian CV: Syarat, Prosedur, dan Fungsinya

Pelajari akta pendirian CV, syarat, prosedur pembuatan, biaya, dan manfaatnya untuk mengikuti tender dan pengadaan pemerintah.

Akta Pendirian CV: Syarat, Prosedur, dan Fungsinya
Ilustrasi: Akta Pendirian CV: Syarat, Prosedur, dan Fungsinya

Akta pendirian CV merupakan dokumen hukum yang menjadi dasar berdirinya sebuah Commanditaire Vennootschap (CV) atau Persekutuan Komanditer. Dokumen ini tidak hanya berfungsi sebagai bukti legalitas usaha, tetapi juga menjadi salah satu persyaratan penting dalam berbagai kegiatan bisnis, termasuk pengadaan barang dan jasa pemerintah, kerja sama dengan perusahaan swasta, hingga pengajuan pembiayaan usaha.

Bagi pelaku usaha yang ingin mengikuti proses pengadaan pemerintah melalui LPSE, keberadaan akta pendirian CV menjadi bagian dari dokumen administrasi yang wajib dipersiapkan. Dalam praktiknya, banyak peserta tender gagal memenuhi persyaratan administratif karena dokumen badan usaha yang tidak lengkap atau belum diperbarui.

Artikel ini membahas secara mendalam mengenai akta pendirian CV, mulai dari pengertian, dasar hukum, prosedur pembuatan, isi dokumen, hingga peran strategisnya dalam pengadaan pemerintah. Untuk memahami keseluruhan proses pengadaan secara lebih luas, Anda juga dapat mempelajari panduan lengkap tender pemerintah dan LPSE sebagai artikel induk dalam cluster pembahasan ini.

Baca Juga: UU Tentang UMKM: Dasar Hukum, Manfaat, dan Peluang TenderPelajari SBU Jasa Konstruksi BG003 Konstruksi Gedung Industri

Pengertian Akta Pendirian CV

Akta pendirian CV adalah akta autentik yang dibuat oleh notaris sebagai bukti kesepakatan para sekutu dalam mendirikan Persekutuan Komanditer. CV sendiri merupakan bentuk badan usaha yang terdiri atas sekutu aktif dan sekutu pasif.

Sekutu aktif bertanggung jawab menjalankan operasional perusahaan sekaligus mewakili CV dalam hubungan hukum dengan pihak lain. Sementara itu, sekutu pasif berperan sebagai penyetor modal dan tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha.

Akta pendirian menjadi dasar pencatatan badan usaha pada sistem administrasi pemerintah dan menjadi dokumen utama saat mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat standar, izin usaha berbasis risiko, rekening perusahaan, serta berbagai persyaratan pengadaan barang dan jasa.

Karena memiliki kekuatan pembuktian yang tinggi, akta ini harus dibuat oleh notaris sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Baca Juga: Cara Pendirian PT untuk Mengikuti Tender PemerintahPelajari SBU Jasa Konstruksi BG004 Konstruksi Gedung Perbelanjaan

Dasar Hukum Akta Pendirian CV di Indonesia

Meskipun CV bukan badan hukum seperti Perseroan Terbatas (PT), pendiriannya tetap diatur dalam berbagai ketentuan perundang-undangan.

Beberapa dasar hukum yang relevan antara lain:

  • Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), khususnya ketentuan mengenai Persekutuan Komanditer.
  • Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) terkait perjanjian dan persekutuan perdata.
  • Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia terkait pendaftaran CV melalui Sistem Administrasi Badan Usaha.
  • Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
  • Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 yang menjadi landasan pengembangan sistem perizinan elektronik yang kemudian disempurnakan melalui sistem OSS berbasis risiko.

Dalam konteks pengadaan pemerintah yang diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 beserta perubahannya melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021, legalitas badan usaha merupakan salah satu syarat utama untuk mengikuti proses pemilihan penyedia.

Baca Juga: Pengadaan Barang dan Jasa PDF: Panduan LengkapPelajari SBU Jasa Konstruksi BG005 Konstruksi Gedung Kesehatan

Isi yang Tercantum dalam Akta Pendirian CV

Akta pendirian CV memuat berbagai informasi penting mengenai identitas dan struktur usaha. Informasi tersebut menjadi dasar verifikasi oleh instansi pemerintah, perbankan, maupun calon mitra bisnis.

Secara umum, isi akta meliputi:

  • Nama dan domisili CV.
  • Identitas para sekutu aktif dan sekutu pasif.
  • Maksud dan tujuan usaha.
  • Kegiatan usaha berdasarkan KBLI yang dipilih.
  • Besaran modal yang disepakati.
  • Hak dan kewajiban masing-masing sekutu.
  • Ketentuan pembagian keuntungan dan kerugian.
  • Mekanisme pengambilan keputusan.
  • Ketentuan pembubaran usaha.

Semakin jelas dan lengkap isi akta, semakin kecil potensi sengketa antarsekutu di kemudian hari. Oleh karena itu, penyusunan akta tidak boleh dilakukan secara asal tanpa mempertimbangkan kebutuhan operasional usaha.

Baca Juga: LPSE Pengadaan: Panduan Lengkap Cara Kerja dan TenderPelajari SBU Jasa Konstruksi BG006 Konstruksi Gedung Pendidikan

Syarat Membuat Akta Pendirian CV

Untuk membuat akta pendirian CV, para pendiri perlu menyiapkan beberapa dokumen dan informasi pendukung.

  • Kartu Tanda Penduduk para sekutu.
  • Nomor Pokok Wajib Pajak pribadi para sekutu.
  • Alamat usaha yang jelas.
  • Nama CV yang akan digunakan.
  • Bidang usaha sesuai KBLI terbaru.
  • Nomor telepon dan surat elektronik perusahaan.
  • Kesepakatan mengenai struktur kepemilikan dan pengelolaan usaha.

Dalam praktiknya, notaris biasanya akan melakukan pengecekan nama usaha terlebih dahulu untuk memastikan tidak terjadi kesamaan dengan nama badan usaha lain yang telah terdaftar.

Baca Juga: Denda Kontrak Kerja: Aturan, Perhitungan, dan RisikonyaPelajari SBU Jasa Konstruksi BG007 Konstruksi Gedung Penginapan

Prosedur Pembuatan Akta Pendirian CV

Proses pendirian CV saat ini relatif lebih sederhana dibandingkan beberapa tahun lalu karena telah terintegrasi dengan sistem administrasi elektronik.

Konsultasi dengan Notaris

Tahap awal dimulai dengan konsultasi mengenai nama usaha, bidang usaha, struktur kepemilikan, dan tujuan pendirian perusahaan.

Penyusunan Draft Akta

Notaris akan menyusun draft akta berdasarkan data dan kesepakatan para sekutu.

Penandatanganan Akta

Setelah seluruh isi disetujui, para sekutu menandatangani akta di hadapan notaris.

Pendaftaran pada Sistem Administrasi Badan Usaha

Notaris kemudian mengajukan pendaftaran CV secara elektronik untuk memperoleh Surat Keterangan Terdaftar.

Pengurusan NIB dan Perizinan Berusaha

Setelah terdaftar, perusahaan dapat mengurus NIB melalui sistem OSS serta melengkapi izin usaha yang diperlukan sesuai tingkat risiko kegiatan usaha.

Tahapan ini penting karena dokumen legalitas tersebut akan digunakan dalam tahap persiapan tender dan proses verifikasi penyedia pada berbagai paket pengadaan pemerintah.

Baca Juga: Katalog LPSE: Panduan Lengkap Pengadaan Melalui E-KatalogPelajari SBU Jasa Konstruksi BG008 Konstruksi Gedung Tempat Hiburan dan Olahraga

Peran Akta Pendirian CV dalam Tender Pemerintah

Bagi pelaku usaha yang ingin memasuki pasar pengadaan pemerintah, akta pendirian CV memiliki fungsi yang sangat strategis.

Dalam proses evaluasi administrasi, panitia pengadaan akan memeriksa legalitas badan usaha peserta. Akta pendirian menjadi salah satu dokumen utama yang menunjukkan bahwa perusahaan benar-benar berdiri secara sah dan memiliki kewenangan menjalankan kegiatan usaha sesuai bidang yang ditawarkan.

Akta pendirian biasanya digunakan bersama dokumen lain seperti:

  • NIB.
  • NPWP badan usaha.
  • Sertifikat standar atau izin usaha.
  • Dokumen perpajakan.
  • Sertifikat Badan Usaha untuk sektor tertentu.

Misalnya pada tender pekerjaan konstruksi, legalitas badan usaha harus selaras dengan klasifikasi usaha dan sertifikasi yang dipersyaratkan dalam dokumen pemilihan.

Demikian pula pada paket pengadaan barang, panitia akan memastikan bahwa bidang usaha dalam akta dan NIB sesuai dengan objek pengadaan yang diikuti.

Baca Juga: Pelaku Pengadaan Barang dan Jasa: Tugas dan PeranPelajari SBU Jasa Konstruksi BG009 Konstruksi Gedung Lainnya

Perubahan Akta Pendirian CV dan Kapan Harus Dilakukan

Akta pendirian tidak selalu bersifat permanen. Dalam kondisi tertentu, perusahaan wajib melakukan perubahan akta.

Perubahan biasanya dilakukan apabila terjadi:

  • Pergantian sekutu aktif.
  • Masuk atau keluarnya sekutu pasif.
  • Perubahan nama perusahaan.
  • Perubahan alamat usaha.
  • Perubahan bidang usaha.
  • Perubahan modal usaha.

Perubahan tersebut harus dibuat melalui akta notaris dan didaftarkan kembali sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi peserta tender, ketidaksesuaian data antara akta, NIB, dan dokumen penawaran dapat menjadi temuan saat proses evaluasi penawaran. Oleh karena itu, pembaruan dokumen harus dilakukan sesegera mungkin setelah terjadi perubahan.

Baca Juga: Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa: Fungsi dan TugasPelajari SBU Jasa Konstruksi BS001 Konstruksi Bangunan Sipil Jalan

Estimasi Biaya Pembuatan Akta Pendirian CV

Biaya pembuatan akta pendirian CV dapat berbeda di setiap daerah dan kantor notaris. Besaran biaya dipengaruhi oleh kompleksitas usaha, jumlah sekutu, dan layanan tambahan yang dibutuhkan.

Secara umum, komponen biaya meliputi:

  • Jasa notaris.
  • Biaya administrasi pendaftaran.
  • Pengurusan dokumen legalitas pendukung.
  • Pengurusan NIB dan perizinan usaha apabila menggunakan jasa pendampingan.

Sebelum memilih notaris, pastikan rincian biaya dijelaskan secara transparan agar tidak muncul biaya tambahan yang tidak direncanakan.

Baca Juga: Kriteria UMKM Terbaru dan Dampaknya pada Tender PemerintahPelajari SBU Jasa Konstruksi BS002 Bangunan Sipil Jembatan, Jalan Layang, Fly Over, dan Underpass

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Akta Pendirian CV

Banyak pelaku usaha menghadapi kendala karena kurang memperhatikan detail saat proses pendirian perusahaan.

  • Memilih KBLI yang tidak sesuai kegiatan usaha.
  • Mencantumkan alamat usaha yang tidak valid.
  • Tidak memperbarui akta setelah terjadi perubahan perusahaan.
  • Tidak menyelaraskan data akta dengan NIB.
  • Mengabaikan kebutuhan legalitas untuk tender dan sertifikasi usaha.

Kesalahan tersebut dapat menghambat proses perizinan, pembukaan rekening perusahaan, hingga keikutsertaan dalam pengadaan pemerintah.

Baca Juga: Undang Undang PT Terbaru: Perubahan dan DampaknyaPelajari SBU Jasa Konstruksi BS003 Konstruksi Jalan Rel

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah CV wajib memiliki akta pendirian?

Ya. Akta pendirian merupakan dokumen dasar yang membuktikan adanya persekutuan usaha dan menjadi syarat untuk pendaftaran serta pengurusan legalitas lainnya.

Apakah akta pendirian CV harus dibuat oleh notaris?

Ya. Akta pendirian CV harus dibuat dalam bentuk akta autentik oleh notaris agar memiliki kekuatan hukum yang sah.

Apakah CV bisa mengikuti tender pemerintah?

Bisa. Selama memenuhi persyaratan administrasi, legalitas usaha, dan ketentuan dalam dokumen pemilihan, CV dapat mengikuti berbagai paket pengadaan pemerintah.

Apakah perubahan alamat harus mengubah akta?

Ya. Perubahan alamat perusahaan merupakan salah satu perubahan penting yang perlu dituangkan dalam akta perubahan dan diperbarui pada data perizinan usaha.

Apa perbedaan akta pendirian dan NIB?

Akta pendirian adalah dokumen yang membuktikan berdirinya CV, sedangkan NIB merupakan identitas pelaku usaha yang diterbitkan melalui sistem OSS setelah proses pendaftaran usaha dilakukan.

Baca Juga: Eproc Timah: Panduan Tender PT Timah untuk VendorPelajari SBU Jasa Konstruksi BS004 Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase

Kesimpulan

Akta pendirian CV merupakan fondasi legal yang sangat penting bagi keberlangsungan usaha. Dokumen ini menjadi dasar pengurusan NIB, perizinan usaha, pembukaan rekening perusahaan, hingga partisipasi dalam tender pemerintah dan pengadaan barang serta jasa.

Bagi pelaku usaha yang ingin memperluas pasar ke sektor pengadaan pemerintah, memastikan akta pendirian selalu valid dan sesuai kondisi perusahaan merupakan langkah strategis. Selain memahami legalitas badan usaha, Anda juga perlu memahami mekanisme pengadaan melalui panduan lengkap tender pemerintah dan LPSE agar peluang memenangkan proyek dapat meningkat secara signifikan.

Sumber & batasan informasi

Artikel ini disusun untuk edukasi pengadaan dan konstruksi; bukan pengganti nasihat hukum atau dokumen resmi LPSE. Verifikasi mandiri jadwal, persyaratan, dan berkas pada portal instansi yang berwenang.

Referensi cepat di Indotender.co.id: indeks tender, tahapan tender & dokumen, SBUJK, CSMS principal, kamus istilah. Nama klasifikasi SBU, SBU lama, atau entri KBLI yang muncul di teks dapat ditautkan otomatis ke halaman referensi (seperti ringkasan syarat pada halaman tender).

Rapid Andriansyah

Tentang penulis

Rapid Andriansyah

Rapid Andriansyah adalah Customer Success Manager di Indotender.co.id yang berfokus pada peningkatan kualitas kesiapan tender secara menyeluruh. Ia menekankan pendekatan berbasis kepatuhan, presisi data, dan dokumentasi yang dapat diaudit agar perusahaan lebih kuat saat menghadapi verifikasi penyedia.

Dalam praktik harian, Rapid Andriansyah membantu merapikan alur administrasi pengadaan, memperjelas peran tim, serta memastikan setiap syarat teknis dan administratif dipenuhi secara sistematis sesuai karakter paket pekerjaan.

Profil lengkap penulis

Chat WhatsApp Semua artikel penulis

Indotender.co.id — pendampingan persiapan tender

Dari pemetaan kualifikasi hingga kelengkapan dokumen pengadaan.

Istilah jasa konstruksi

Referensi singkat dari kamus Indotender.co.id.